Minggu, 15 Januari 2017

Badan Anti-doping Internasional Ingin Boikot Rusia


Organisasi Anti-doping Nasional (NADO) mendesak agar Rusia diboikot dari semua kompetisi olahraga internasional dan haknya untuk menjadi tuan rumah turnamen dunia dicabut, demikian disampaikan NADO melalui pernyataan resmi mereka, Selasa (10/1), seperti dilaporkan TASS. 

Tuntutan tersebut muncul setelah Komisi Independen WADA (Badan Anti-doping Dunia) mengeluarkan Laporan Bagian II terkait dugaan pelanggaran peraturan doping secara massal serta manipulasi dalam olahraga Rusia.

Dokumen itu ditandatangani oleh sejumlah pemimpin organisasi anti-doping, di antaranya dari Austria, Belgia, Kanada, Kroasia, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Jepang, Belanda, Polandia, Slovenia, Spanyol, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, dan Amerika Serikat.

"Dengan kehadiran bukti baru yang tak tersanggahkan mengenai sistem doping Rusia yang terstruktur, yang dibongkar oleh McLaren dan timnya, kami menuntut agar Rusia dilarang mengikuti semua kompetisi internasional hingga sistem anti-doping dan olahraga Rusia berjalan sesuai dengan Peraturan Anti-doping Dunia secara menyeluruh," terang pernyataan tersebut.

"Kami juga meminta Federasi Internasional (IFs) dan penyelenggara kompetisi dunia lain untuk membatalkan semua pertandingan internasional yang akan digelar di Rusia, dan melarang negara tersebut memperebutkan hak untuk menjadi tuan rumah bagi kompetisi-kompetisi mendatang," lanjut pernyataan itu.

Menurut Laporan Bagian II yang disampaikan awal bulan lalu oleh Komisi Independen WADA dan ketuanya, profesor hukum olahraga Kanada Richard McLaren, lebih dari seribu atlet Rusia yang berpartisipasi dalam olimpiade musim panas, dingin, dan paralimpiade, mungkin terlibat dalam manipulasi sistem untuk menyembunyikan hasil tes doping positif.

Secara khusus, laporan tersebut menyebutkan bahwa sampel doping dari 12 atlet Rusia pemenang medali dalam Olimpiade Musim Dingin 2014 Sochi telah dimanipulasi, begitu pula dua atlet Rusia lain yang memenangkan empat medali emas dalam kompetisi Olimpiade Sochi 2014.

Namun, McLaren tak menyebutkan nama atlet yang dimaksud, menegaksan bahwa hal tersebut hanya boleh dilakukan oleh federasi olahraga internasional, bukan oleh beliau secara pribadi.

0 komentar:

Posting Komentar