Minggu, 15 Januari 2017

Penyebab Utama Bayi Kurus


Suatu studi mengungkapkan bahwa lebih dari 20 juta bayi di seluruh dunia lahir dengan kondisi kurus. 

jumlah kasus bayi kurus di Indonesia masih tergolong tinggi. Secara garis besar, bayi kurus disebabkan oleh dua faktor. 

Pertama, si ibu dan terakhir si janin. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bayi kurus adalah kondisi di mana bayi lahir dengan berat rendah (kurang dari 2500 gram). 

Penyebab bayi kurus karena faktor si ibu 
1. Umur ibu saat hamil Usia ibu saat hamil akan mampu menggambarkan kondisi kesiapan sistem reproduksinya untuk menanggung beban tambahan dalam tubuhnya (berat si janin). 

Bila dilihat dari sisi psikologis juga, usia ibu hamil yang cukup (lebih dari sama dengan 20 tahun dan kurang dari 35 tahun), akan lebih memperhatikan perawatan yang harus ia lakukan agar melahirkan bayi yang sehat. 

2. Pendidikan si ibu Meskipun berpengaruh secara tidak langsung, namun sering kali semakin tinggi tingkat pendidikan seorang calon ibu, maka semakin banyak informasi yang akan ia dapatkan untuk mempersiapkan kehamilannya agar kelak melahirkan bayi yang sehat. 

3. Usia kehamilan saat melahirkan (prematur) Dilansir dari Nutrition Policy Paper, usia kehamilan yang kurang dari 37 minggu meningkatan potensi penyebab bayi kurus. 

Hal ini dikarenakan semakin pendek usia kehamilan seorang ibu, maka semakin singkat masa pertumbuhan janin tersebut dalam kandungan. 

Hal tersebut lalu menyebabkan janin tumbuh kurang sempurna. 

4. Status gizi si ibu Suatu penelitian di Jawa Barat mengungkapkan bahwa ibu hamil dengan Lingkar Lengan Atas (sering kali dijadikan indikator gizi seseorang) kurang dari 23,5 cm berisiko 2 kali lebih besar untuk melahirkan bayi kurus, dibandingkan dengan ibu hamil yang Lingkar Lengan Atasnya lebih dari 23,5 cm (batas normal). 

Hal tersebut juga berlaku untuk ibu sebelum hamil. 

Penelitian lain mengungkapkan bahwa ibu dengan Lingkar Lengan Atas yang kurang dari batas normal sebelum hamil, berisiko 4 kali lebih besar akan melahirkan bayi kurus. 

Penyebab bayi kurus karena faktor si janin Jenis kelamin Suatu penelitian di Sri Lanka mengungkapkan bahwa berat badan bayi laki-laki 58 gram lebih berat ketimbang berat badan bayi perempuan. 

Beberapa kali hal ini mulai tampak pada kehamilan berusia 24 minggu. Apa bahayanya kalau bayi kurus? Berat bayi lahir adalah fase yang penting bagi seorang bayi. 

Fase ini merupakan faktor penentu pertumbuhan si bayi selanjutnya. Secara tidak langsung, kondisi bayi saat lahir kurus akan berdampak sebagai berikut:

Apabila tidak meninggal pada awal kelahiran, bayi kurus akan memiliki risiko tumbuh dan berkembang lebih lambat dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan berat badan normal. 

Selain gangguan tumbuh kembang, seseorang dengan riwayat bayi kurus akan mempunyai faktor risiko tinggi untuk terjadinya hipertensi, penyakit jantung dan diabetes setelah mencapai usia 40 tahun.

Bayi kurus mempunyai daya tahan tubuh yang rendah, sehingga mudah terkena infeksi dan berisiko 17 kali lebih tinggi dari bayi normal untuk meninggal sebelum usia 1 tahun.

Tingkat kecerdasan bayi kurus akan lebih rendah karena adanya gangguan pada tumbuh kembang otak sejak dalam kandungan.

Apa yang dapat dilakukan bila seorang ibu berpotensi memiliki bayi kurus? Guna menghindari risiko pada kehamilan dan persalinan, seorang ibu diwajibkan untuk melakukan kunjungan antenatal (antenatal care) secara lengkap dan berkualitas sebanyak minimal 4 kali, serta memeriksakan diri ke dokter minimal 1 kali, untuk mendeteksi ada tidaknya kelainan medis lain.

Hal-hal tersebut juga tentu berlaku bagi ibu yang berpotensi akan melahirkan bayi kurus. 

Kunjungan-kunjungan tersebut antara lain terdiri dari:
Kunjungan sebelum minggu ke-16 minimal sebanyak 1 kali
Kunjungan antara minggu ke 24-28 minimal sebanyak 1 kali
Kunjungan antara minggu ke 30-32 minimal sebanyak 1 kali
Kunjungan antara minggu ke 36-38 minimal sebanyak 1 kali. 

0 komentar:

Posting Komentar